Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ya Allah, Bila Dia Baik Untukku Di Dunia Dan Akhirat Maka Dekatkanlah



“Cinta karena Allah adalah ia yang selalu berdoa untuk dipertemukan dengan seseorang terbaik yang menjadi pilihan-Nya, andai pun kamu sedang mengikhtiarkan seseorang, maka ikhtiarkanlah ia dengan cara yang baik. Mintalah kepada Allah, jika benar ia yang kupilih juga pilihan-Mu, maka dekatkanlah hatiku dengan hatinya (Di mana jika setelah menikah kamu menjadi lebih rajin beribadah, selalu mengingatkanmu tentang-Nya, mengingatkan jika kamu melakukan kesalahan/khilaf, bersama dengannya menumbuhkan cintamu kepada-Nya).

Tetapi jika menurut-Mu ia bukan yang terbaik untukku, pisahkanlah kami (Di mana setelah menikah dengannya malah membuat waktu ibadahmu menjadi lalai sebab dunia yang menjadi orientasi). Cinta karena Allah adalah cinta yang tak pernah memaksakan, kita tidak tahu, Allah yang Maha tahu, kita hanya sok tahu.

Karenanya setiap ketetapan atau jawaban dari-Nya yang datang terimalah dengan ikhlas.
Jika kamu mencintai seseorang karena Allah? Kamu tidak akan merasa kecewa dan bersedih hati jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang kamu inginkan, karena kamu tahu … ia bukanlah yang terbaik untukmu.”

Jaga Taatmu Karena Lalai Terus Mengintaimu. Cintai Hidayahmu  Bisa Jadi Itu Adalah Hidayah Terakhirmu.

SEJATINYA DIRIMU YANG SELALU MENGISTIMEWAKANKU. Aku butuh teman yang mampu membuatku tertampar agar aku sadar. Tak kan aku risau betapa sakitnya namun akan kutanya apa sebabnya agar aku mampu memperbaikinya. Aku butuh teman yang berani merobek zona nyamanku, ketika zona itu tak aman.

Yang nyaman belum tentu aman. Tak kan aku gusar karena merasa tersindir namun aku akan berfikir. Aku butuh teman yang mampu mengoyak kerasnya hatiku. Takkan aku mengeluh dalam kesakitan namun akan kuyakinkan hati bahwa luka itu akan kering. Aku butuh teman yang gagah mengusik kebiasaanku, jika itu melalaikan. Tak akan aku marah, karena aku memang payah, namun akan kuubah, usikanmu sebagai bahan muhasabah.

Aku butuh teman yang tegas mengatakan kepadaku “Itu Salah!,Itu keliru!” Jika memang apa yang kulakukan tak sesuai denga neraca Allah dan RasulNya. Karena temanku, adalah cerminan Agamaku. Jangan selalu kau membenarkanku, jika nyatanya aku salah, karena itu justru akan menenggelamkanku. Jangan kau lemah ketika menghadapiku dalam khilafku karena justru itu yang akan membunuhku.

“Beranilah menasehatiku” Karena hanya orang yang berani menasehatikulah, orang yang sejatinya mengistimewakanku.

Sumber : Baperlagi