Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tega Banget, Gadis Jilbab Ini Mengaku Ditampar Purnawirawan Polisi Hanya Gara-gara Uang Rp 5000


Qorrotul Aini, mendapat perlakuan tak menyenangkan dari salah seorang purnawirawan polisi yang berinisial S.

Qorrotul Aini yang bekerja sebagai petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba ini, mengaku mendapat tamparan dari oknum pensiunan polisi tersebut hanya gara-gara uang Rp 5000.Kejadian ini Ia ungkapkan melalui akun facebook miliknya, Jumat (6/10). 

Kejadian tersebut saat wanita berjilbab itu sedang melakukan penagihan di sekitar wilayah Stadion Mini Bulukumba, Jumat, 6-10-2017.”Hanya gara2 uang 5000 seorang pensiunan polisi rela mendorong dan menampar saya. Tidak seberapa ji itu dibandingkan kalau banjir rumahta pak numpuk juga sampahta. 

Saya hanya menjalankan tugas ji pak,” tulis Qorrotul Aini di status Facebooknya.Tak sampai di situ, Qorrotul Aini kembali menulis di status facebooknya tentang bagaimana agar dirinya bisa mendapatkan keadilan dari perlakuan yang sangat tidak layak ini.”Saya hanya bisa menangis sendiri ketika dapat penganiayaan dari seorang yang tau hukum. 

Hanya gara2 retribusi sampah senilai 5000rupiah. Adakah yang bisa bantu saya menegakkan keadilan???’,” tulisnya lagi.Sontak kedua status ini mendapat perhatian dari netizen. 

Saat dikonfirmasi oleh FAJAR, Qorrotul Aini membenarkan bahwa dirinya memang telah ditampar oleh salah seorang purnawirawan polisi berinsial S.”Saya diikuti sama dia, dia berontak kenapa harus bayar, karcis saya dirampas lalu saya ditampar dan didorong,” ujar Qorrotul Aini.

Qorrotul Aini sebelumnya bertugas menagih retribusi kebersihan di wilayah Taccorong, baru bulan ini Qorrotul Aini ditempatkan pada wilayah sekitar Stadion Mini untuk melakukan penagihan.

Qorrotul Aini sendiri bertempat tinggal di Palampang, Rilau Ale, Bulukumpa. Untuk menagih, dirinya harus berangkat sejak pukul 5 subuh untuk melaksanakan tugasnya.”Saya baru bertugas di daerah itu, tapi saya cuma menjalankan tugas dari kantor saja kodong.

Saya tidak tau apa salahku kasian,” ujar Qorrotul Aini sambil menitikkan air mata.Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bulukumba, Misbawati A Wawo, yang berusaha dikonfirmasi melalui nomor teleponnya tidak diangkat.

Kasubag Pemberitaan dan Kerjasama Pers bagian Humas Setkab Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad, mengaku sangat menyayangkan adanya pemukulan yang terjadi kepada petugas kebersihan. Itu karena mereka merupakan pejuang kebersihan sebagai ujung tombak bersihnya Bumi Panrita Lopi.”

Kami akan segera koordinasikan hal ini ke pihak terkait. Tentu hal ini akan menjadi pelajaran dan bahan evaluasi kinerja ke depannya. Saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” imbuh Andi Ullah, sapaan akrabnya.