Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebelum Didatangi Baim Wong & Dihadiahi Umrah, Pemuda Korban Bully Ini Bermimpi: Mas Baim Bilang . .

 


Pagi hari sebelum bertemu langsung, Ihza mengaku sempat diimpikan YouTubeBaim Wong.
Dalam mimpi tersebut, pemuda korban bully karena tumor di wajahnya ini didatangi Baim Wong yang tiba-tiba berhenti di rumahnya.
Dilansir YouTube Baim Paula, Ihza (20) mengaku sangat ingin bertemu dengan Baim Wong sebelum dirinya wafat.
Saking sangat ingin bertatap muka, Ihza sampai menunggu Baim Wong di depan rumahnya setiap hari hingga tengah malam.
Setelah sering berdoa dan meminta kepada Tuhan, Ihza yang memiliki penyakit tumor di wajahnya ini akhirnya didatangi Baim Wong.
Tampak kebahagiaan jelas terlihat di raut wajah Ihza.
Saat itu, Ihza sampai menangis dan sontak sujud syukur impiannya bertemu Baim Wong bisa terwujud.
Meski begitu, rupanya Ihza mendapatkan sebuah mimpi sebelum Baim Wong datang ke rumahnya.
"Mimpiin mas Baim tadi subuh, mimpi mas ke sini," kata Ihza dikutip TribunJakarta.com, Rabu (10/6/2020).
"Mimpi saya ke sini?" tanya Baim Wong antusias.
"Iya," jawab Ihza terisak.
"Ya Allah, gimana mimpinya?" tanya Baim Wong penasaran.
Diceritakan Ihza, di mimpi tersebut Baim Wong tiba-tiba turun dari mobil di depan rumahnya ketika Ihza sedang makan.
Bak sebagai pertanda, Baim Wong menghadiahi ibunda Ihza umroh di dalam mimpinya.
"Mas Baim bilang 'Saya mau berangkatin mamah kamu umrah', gitu di mimpi saya," cerita Ihza.
"Bilang gitu ya?" tanya Baim Wong.
"Iya pas gitu bapak manggil 'Dek, bangun kita bikin surat rujukan'," sambung Ihza.
Ihza senang ibundanya diberi hadiah umrah oleh Baim Wong.
Ihza senang ibundanya diberi hadiah umrah oleh Baim Wong. (YouTube/ Baim Paula)
Mimpi itu terputus setelah ayah Ihza membangunkannya.
Namun siapa sangka, mimpi tersebut rupanya jadi kenyataan.
Siang harinya, Ihza didatangi Ayahanda Kiano dan orangtuanya akan diberangkatkan umrah nanti saat pandemi usai.
Dibully sejak SD
Hidup yang dijalani Ihza sejak kecil tidaklah mudah.
Selain harus menanggung rasa sakit karena tumor yang sudah membuat setengah wajahnya bengkak, Ihza juga menjadi korban bully.
Kerabatnya bercerita, Ihza sampai keluar dari sekolah saat kelas 2 sekolah dasar (SD) karena tak tahan dengan bully teman-temannya.
"Dia itu pengen pesantren tapi kita gak izinin, dia itu sekolah biasa dibully terus," jelas kerabat.
"Dibully apa kamu?" tanya Baim Wong.
"Dibully wajahnya merah," jelas Ihza.
"Gak usah dipikirin," ucap Baim Wong.
"Itumah gapapa, tapi ini tuh sampai didorong," jawab Ihza terisak.
"Sampai berdarah dari lantai dua," sambung kerabat Ihza.
"Kapan itu kejadiannya?" tanya Baim Wong.
"Waktu SD," jawabnya.
Namun rupanya, bully masih dirasakan Ihza sampai saat ini.
Bahkan beberapa waktu lalu, ia pernah dibohongi sekelompok teman di sekitar rumahnya.
Ihza diminta bayar sedekah kepada temannya agar wajahnya yang bengkak kembali sembuh.
Namun hal itu hanya akal-akalan mereka saja untuk memalak Ihza.
"Taunya cuma dikerjain aja sama temennya, duit Ihza diambil sama dia (teman Ihza)," kata ibunda.
Menanggapi hal tersebut, Baim Wong meminta Ihza tak memikirkannya.
Bahkan menurut Baim Wong, pahala yang dimiliki Ihza akan berlimpah berkah dari orang-orang yang telah membullynya.
"Pahala kamu banyak nanti,"
"Yang gak suka sama saya juga banyak, tapi ngapain dipikirin. Kalau balik lagi ke agama, pahala kamu banyak banget," kata Baim Wong.
Sebelum meninggal, ingin bertemu Baim Wong
Ihza mengaku sangat mengidolakan Baim Wong.
Bahkan jika umurnya tak panjang, Ihza sangat ingin melihat wajah Baim Wong terlebih dulu sebelum wafat.
"Sebelum saya meninggal, saya pengen ketemu Mas Baim Wong," ujar pria asal Karawang, Jawa Barat itu.
Setiap hari, Ihza kerap duduk di depan rumahnya menunggu kedatangan suami Paula Verhoeven.
Dengan harap, ia dapat melihat Baim Wong yang tak sengaja lewat di depan rumahnya.
Bahkan dikatakan sang ibunda, terkadang Ihza menunggu Baim Wong sampai tengah malam.
Keinginannya bertemu Baim Wong terlihat saat pertama kali Ihza bertemu langsung.
Ihza langsung syujud syukur dan tak kuasa menahan tangis ketika melihat sosok yang didolakannya.
"Masya Allah, Astagfirullah," kata kerabat Ihza saat pertama melihat Baim Wong kala itu.
Ihza senang saat pertama kali bertemu Baim Wong.
Ihza senang saat pertama kali bertemu Baim Wong. (YouTube/ Baim Paula)
Jadi sahabat Baim Wong
Sebelum pamit pulang, Baim Wong berpesan agar Ihza tak lagi menunggu dirinya di depan rumah sampai tengah malam.
Suami Paula ini menuturkan, hubungannya dengan Ihza kini sudah menjadi sahabat.
"Pokoknya kita sekarang udah jadi sahabat, jangan pernah minder sama keadaan kamu. Jangan benci juga sama orang," pinta Baim Wong
Ihza mengatakan sudah lebih tenang karena bertemu Baim Wong.
"Nanti kalau mau ketemu sama saya video call aja ya," ucap Baim Wong.
"Nanti berangkat umrah selesai covid ya," sambungnya kepada Ibunda Ihza.
TONTON DI SINI: