Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konyol, Petinju Ini Nyesal Tukar Celana sama Lawan: Punyaku Seharga Rp 29 Juta!

 Konyol, Petinju Ini Nyesal Tukar Celana sama Lawan: Punyaku Seharga Rp 29 Juta! (1)

Petinju Alexander Povetkin (kanan). Foto: Alexander NEMENOV/AFP

Dillian Whyte senang bercampur sesal usai melawan Alexander Povetkin pada Sabtu (27/3) lalu waktu setempat. Petinju berjuluk The Villain itu berhak bahagia karena berhasil menumbangkan si petinju Rusia dan menyabet titel kelas berat interim WBC.

Namun di sisi lain, Whyte juga dirundung penyesalan. Itu karena petarung kelahiran Jamaika tersebut bertukar celana dengan Povetkin setelah duel di Gibraltar tersebut. Dia menyesal karena sadar bahwa celananya lebih mahal.
“Punya saya mahal sekali. [Celana] punya saya sekitar £ 1.500 (sekitar Rp 29 juta). Ini (celana Povetkin) tidak terlalu mahal bagi saya,” katanya kepada Sky Sports, dikutip dari The Sun.

Entah apa yang membuat celana Whyte semahal itu. Lagipula, harusnya itu bukan masalah karena Whyte, menurut Sportekz, memiliki kekayaan bersih sebesar £ 5,1 juta (sekitar Rp 101 miliar) dan diperkirakan minimal mengantongi £ 4 juta (sekitar Rp 79 miliar) dari duel kontra Povetkin.

Akan tetapi, kekesalannya ini boleh jadi hanya sebagai pelampiasan sampingan terhadap kekesalannya terhadap Eddie Hearn selaku promotor duel tinjunya dengan Povetkin.
Itu berkaitan dengan sabuk juara WBC yang diterimanya. Hearn memberi Whyte sabuk juara versi lama usai kemenangan itu.

Konyol, Petinju Ini Nyesal Tukar Celana sama Lawan: Punyaku Seharga Rp 29 Juta!
Petinju Dillian Whyte (kanan). Foto: ADRIAN DENNIS / AFP

“Ini bukan sabuk ‘berlian’. Tidak, itu bukan. Yang kami perjuangkan, mereka telah menukar sabuknya. Ini adalah sabuk WBC yang lama,” tutur Dillian Whyte.

Sabuk ‘berlian’ WBC yang dimaksud Whyte itu tampaknya masih disimpan oleh Povetkin atau masih di tangan Dewan Tinju Dunia. WBC sebelumnya menggambarkan sabuk itu sebagai ‘Honorary Championship’.

Sebagai informasi, ini memang bukan duel pertama Whyte dan Alexander Povetkin. Sebelumnya, mereka pernah berduel di Inggris dan Whyte kalah, sehingga mengharuskannya menyerahkan sabuk juara WBC interim ke Povetkin.