Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Pilu Anak Dicap Durhaka Meski Sudah Beri 80% Gaji ke Orang Tua


Kisah 5 Anak Durhaka Gara-gara Hal Sepele, dari Nama hingga Uang Receh

Berbakti kepada orang tua memang merupakan salah satu tugas buat seorang anak. Namun, baru-baru ini, ada seorang anak yang tetap dianggap durhaka meski telah memberikan sebagian besar gajinya untuk orang tua sebagai tanda berbakti.

Cerita tersebut dibagikan oleh Azar lewat akun @XXNZR__ di Twitter. Bermula ketika salah satu teman Azar yang dalam keadaan lebam datang ke tongkrongan. Temannya itu curhat mengenai pertengkarannya dengan orang tua.
Sebab dari pertengkaran itu lantaran orang tua meminta uang untuk renovasi rumah. Tapi, sang anak tak bisa mengabulkan permintaan itu karena gajinya sudah habis. Sayang, kedua orang tuanya tak terima. Bahkan, sang ayah sampai memukulnya.

“Di tengah perkelahian tersebut, bokap-nyokapnya dengan khidmat ngomong terus kalau dia durhaka, nggak ngasih buat ortunya, segala macem. Si temen ini, 28 tahun, 4/5 gaji lari ke ortu. Dia cerita sambil sembab-sembab begitu lah. Tangannya getar,” jelas Azar.

Adapun teman Azar tersebut mengaku sudah tak dibiayai orang tua sejak lulus SMA. Karena itu, hidupnya penuh kesulitan ketika menjalani masa-masa kuliah. Bahkan, ia mengaku sempat dijadikan sapi perah oleh orang tuanya.
Mengaku sudah lama mengenal temannya, Azar kemudian juga menceritakan ketika temannya itu harus meminjam uang kepada kantor untuk keperluan orang tuanya. Padahal, saat itu kondisinya juga tak punya cukup uang untuk bayar indekos.

“Dia apply utang ke kantor karena ortunya maksa minta duit buat pulang kampung. Sebelum itu, dia udah nginep di basecamp hampir seminggu. Usut diusut, bayar kos aja ga bisa dia,” ujar Azar.
Hingga kini unggahannya tersebut telah viral, dicuitkan ulang hingga lebih dari 11 ribu kali dan disukai oleh lebih dari 34,1 ribu orang. Beragam respons diberikan warganet, kebanyakan yang mendukung teman Azar tersebut.

“Yang bisa gua bilang cuma ga semua orang tua pantes jadi orang tua dan gak semua orang tua pantes diperlakukan sebagaimana mestinya. Bagi gua gada istilah orang tua selalu benar. Kalo mereka salah, gua salahin. Kalo bener, ya gua belain. Melawan karna benar, menurut gue sah kok,” tulis akun @blueshead17.

“Nitip pesen ke temennya om, insyaallah dia bukan anak durhaka. Ortunya yang durhaka lebih dulu. Lakukan yang sanggup dia lakukan, jangan memaksakan diri. Kalau enggak hepi, walk away. Jelas-jelas bokapnya main tangan demi uang. He doesn’t deserve any respect,” kata akun @inoonk.

Cerita Azar tak selesai sampai di sana. Selepas temannya itu curhat, Azar menyebut ada oknum yang alih-alih menyemangati, justru memberi nasehat dengan mengatakan teman Azar tidak ikhlas memberi ke orang tua. Hal itu membuatnya jadi semakin merasa bersalah.

Tak lama setelah si oknum pamit pulang, Azar menyelidiki akun media sosialnya dan didapati sang penasehat itu tinggal bersama keluarga yang memberi kehidupan layak dan nyaman.

“Emang enak kok menasehati orang lain yang lagi menderita sambil buka iPhone 8 lo (jaman itu 8 baru keluar) hasil dibeliin papa mama, pulang ke rumah dan masakan enak sudah menanti, ngobrol lucu pas sarapan, terus dikasih uang bulanan yang cukup buat nongkrong tiap hari,” tulis Azar menutup ceritanya.
Hal tersebut juga menuai banyak tanggapan dari warganet. Mereka menyebut tak seharusnya ia memberi nasehat seperti itu.

“Sering liat sih, yang bahagia dari kecil kadang-kadang empatinya mati,” ujar akun @rizkikhaerulfjr.
“Kalau saya pribadi sih setelah orang itu ngomong begitu ke saya udah gak saya anggap teman lagi. Temen macam apa itu, orang lagi curhat dan gak minta nasehat malah sok nasehatin,” kata akun @txtdariwarga.