Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Calon Istrinya Meninggal Jelang Akad Nikah, Pengantin Pria di Pasuruan Pingsan

Calon Istrinya Meninggal Jelang Akad Nikah di Pasuruan, Pengantin Pria Pingsan

Suasana sedih masih menyelimuti rumah duka almarhum Umi Salama (23), mempelai wanita yang meninggal beberapa jam sebelum akad nikah di Dusun Selorentek, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Akad nikah yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 Wib, Kamis (25/3/2021), berubah menjadi waktu pemakaman untuk mempelai wanita, Umi Salamah. Sang mempelai pria, M Fadil harus menelan kesedihan di hari yang seharusnya menjadi momen kebahagiaannya.

“Mempelai laki-laki pingsan saat di dekat jenazah calon istrinya yang sudah di keranda. Mungkin tidak kuat saking sedihnya,” ujar Ketua RT 5, Dusun Selorentek, Nurul Huda, Sabtu (27/3/2021).

Menurut Huda, selain mempelai pria yang pingsan, nenek dari mempelai pria juga pingsan.
Sementara tokoh masyarakat setempat, Ali Malhrus menambahkan, nenek dari Fadil itu sangat sayang kepada Umi Salama, calon istri cucunya.

“Neneknya Fadil ini sangat sayang sama Umi Salama. Mungkin sayangnya karena Umi Salama ini santriwati yang pintar mengaji,” tandasnya.

Kesehatan Umi Salama yang punya riwayat penyakit paru-paru itu memang tiba-tiba drop setelah Salat Duhur, Kamis (25/3/2021). Setelah dilakukan penanganan darurat dan belum sempat dibawa ke rumah sakit, Umi Salama meninggal dunia.

Sementara rombongan mempelai pria yang telah berangkat dari Jember tetap berangkat ke rumah mempelai wanita itu.
“Pihak keluarga dan warga sini pun memilih tidak cepat memakamkan Umi Salamah. Kami khawatir dikira menipu atau hal negatif lainnya. Sehingga kita baru memakamkan menunggu kedatangan mempelai laki-laki,” ungkap Huda.
Rombongan keluarga mempelai pria yang datang terkejut melihat jenazah Umi Salamah yang telah terbaring di atas keranda. Suasana yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi isak tangis.

“Kami sebagai warga yang turut prihatin, hanya bisa menenangkan. Baik keluarga almarhum mempelai wanita ataupun yang laki-laki,” tandasnya.

Setelah rombongan mempelai pria datang, jenazah Umi Salamah kemudian dimakamkan. Sementara keluarga mempelai pria hanya bisa mengiringi dan menahan kesedihan di antara indahnya dekorasi ruangan rumah yang disiapkan untuk acara akad nikah tersebut.